Resume Seminar Internasional "Masa Depan UMKM dalam Ekonomi Berkelanjutan"
NIM: 43224010055
Narasumber menjelaskan konsep dasar Fair Trade serta peran Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) dalam mendorong perdagangan yang lebih adil dan berkelanjutan pada UMKM, mulai dari visi, misi, tujuan strateginya. FFTI memiliki visi untuk tidak hanya menjalankan berbagai kegiatan, tetapi juga berperan dalam mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung penerapan fair trade di Indonesia. Salah satu kekuatan fair trade adalah jaringan anggotanya yang cukup luas, yaitu hampir 20 anggota. Namun, kelemahannya adalah pasar fair trade masih didominasi oleh luar negeri. Selain itu, tujuan dari FTTI adalah mengembangkan pasar fair trade di Indonesia, membangun “Rumah Fair Trade” sebagai pusat kegiatan dan kolaborasi, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah, universitas, dan berbagai mitra strategis lainnya. FFTI juga berharap dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip fair trade ke dalam berbagai sektor serta membangun kemitraan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan fair trade dapat berkembang lebih kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha maupun masyarakat Indonesia.
Narasumber: Arief Bowo Prayoga K, Ph.D., C.ICB., C.SBA., C.SM
Narasumber menjelaskan bahwa dunia bisnis saat ini tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial melalui konsep ESG (Environmental, Social, Governance). Investor, konsumen, dan regulator kini semakin memperhatikan dampak perusahaan terhadap lingkungan, kesejahteraan pekerja, dan tata kelola yang baik. Dalam konteks UMKM, penerapan ESG dapat meningkatkan reputasi usaha, menarik investor, serta memperluas akses pasar, salah satunya melalui praktik fair trade yang mendukung produksi ramah lingkungan, upah yang adil, dan transparansi rantai pasok. Namun, implementasi ESG masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan pendanaan, rendahnya pemahaman sumber daya manusia, dan kurangnya dukungan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan green entrepreneurship, sustainable supply chain, dan digital ESG untuk membantu UMKM beradaptasi dengan tuntutan pasar yang terus berkembang. Secara keseluruhan, materi ini menegaskan bahwa ESG bukan sekadar tren, melainkan strategi penting bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing, menarik investasi, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Narasumber: Mitos Urgel
Narasumber membahas peran Fair Trade dalam mendukung masa depan UMKM di tengah perubahan ekonomi global yang semakin menekankan keberlanjutan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Fair trade merupakan sistem perdagangan yang memastikan produsen, petani, dan pekerja memperoleh harga yang adil, upah yang layak, kondisi kerja yang baik, serta kesempatan untuk berkembang secara ekonomi. Penerapan prinsip fair trade dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing produk, memperkuat kepercayaan konsumen, dan membuka akses ke pasar internasional yang semakin memperhatikan aspek etika dan keberlanjutan. Selain memberikan manfaat ekonomi, fair trade juga mendorong UMKM untuk menjalankan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi fair trade, UMKM Indonesia memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan produsen lokal, serta memperkuat posisinya di pasar global yang semakin kompetitif.
Narasumber: Bagus Rachman, S.E., M.Ec.
Narasumber menjelaskan pentingnya peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong transformasi UMKM agar tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan melalui peningkatan inovasi, produktivitas, kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian UMKM menjalankan berbagai program seperti pendampingan usaha, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi, dan pengembangan akses pasar. Narasumber juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta komitmen pelaku usaha dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, UMKM diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Narasumber: Yolita Ainun Rahmawati, S.E
Narasumber membahas Pekerti Nusantara sebagai organisasi yang telah berperan sejak tahun 1975mdalam membangun bisnis berkelanjutan dan menghubungkan para perajin Indonesia dengan pasar global yang berkeadilan. Melalui penerapan prinsip fair trade, Pekerti Nusantara berupaya meningkatkan kesejahteraan perajin dan produsen kecil dengan memberikan akses pasar yang lebih luas, memperkuat kapasitas usaha, serta mendorong praktik perdagangan yang adil dan bertanggung jawab. Selain berfokus pada aspek ekonomi, organisasi ini juga memperhatikan pelestarian nilai sosial, budaya, dan lingkungan dalam setiap kegiatan yang dijalankan. Narasumber menekankan bahwa keberhasilan bisnis berkelanjutan memerlukan kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya agar produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Narasumber: Ira Puspita
Narasumber selaku Founder Kayu&Co Australia membahas peluang ekspor bagi UMKM Indonesia melalui penerapan prinsip fair trade dan bisnis yang berkelanjutan. Beliau menjelaskan bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional, khususnya apabila didukung oleh kualitas produk yang konsisten, cerita produk yang kuat, serta praktik perdagangan yang adil. Melalui pengalaman membangun Kayu&Co Australia, narasumber menunjukkan bagaimana kemitraan yang berkelanjutan dengan para perajin lokal dapat membuka akses ke pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen. Selain itu, beliau juga menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam kegiatan ekspor, seperti memenuhi standar pasar internasional, menjaga kualitas produk, dan beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi global. Secara keseluruhan, materi ini menekankan bahwa penerapan prinsip fair trade, inovasi, dan kolaborasi yang kuat merupakan faktor penting agar UMKM Indonesia dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkembang secara berkelanjutan di tingkat global.
Narasumber: Ratna Hartien
Narasumber membahas peran Angin Dampak Jaya dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan impact investing, yaitu investasi yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang positif. ANGIN berupaya membantu UMKM meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat model usaha, serta membuka akses terhadap pendanaan dan kemitraan strategis guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Selain itu, narasumber menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi UMKM, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kapasitas manajemen, serta tuntutan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan lembaga pendukung untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan UMKM. Secara keseluruhan, materi ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari pertumbuhan keuntungan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selfie bukti kehadiran:


Komentar
Posting Komentar